You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
imade_yossy.jpg
photo Doc - Beritajakarta.id

Ribuan PNS DKI Ajukan Kenaikan Jabatan

Pemprov DKI Jakarta segera melakukan perombakan besar-besaran terhadap pejabat eselon III dan IV. Saat ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta tengah melakukan seleksi. Setidaknya sebanyak 9.000 PNS yang ingin naik jabatan telah melamar secara online. Diperkirakan jumlah tersebut akan terus meningkat hingga pendaftaran ditutup pada tanggal 13 Oktober mendatang.

Sampai kemarin sudah ada 9.000 pelamar, sampai ditutup nanti saya prediksi bisa sampai 15 ribu pelamar

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, I Made Karmayoga melihat, peminat Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk bisa naik jabatan cukup tinggi. Hingga tanggal 09 Oktober kemarin, tercatat sudah sebanyak 9.000 PNS yang melamar. Pendaftaran sudah dibuka sejak 27 September lalu dan ditutup pada 13 Oktober mendatang.

"Sampai kemarin sudah ada 9.000 pelamar, sampai ditutup nanti saya prediksi bisa sampai 15 ribu pelamar," kata Made, di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (10/10).

2.227 PNS Ikut Lelang Jabatan BPTSP

Pada kesempatan kali ini, posisi yang diperebutkan hanya sebanyak 6.434 jabatan saja. PNS yang telah melamar akan mengikuti beberapa tahapan seperti, soft kompetensi, penulisan makalah, grup diskusi, psikotes, dan wawancara.

"Ada dua dimensi, yakni dalam konteks evaluasi apakah masih layak tidak, masih punya kapasitas tidak. Kedua adalah apabila ada minat promosi. Mau lompat (jabatan) lagi silakan fit and propert tes," ucapnya.

Penilaian yang dilakukan dengan menghitung tiga dimensi yakni, kopetensi, rekam jejak, dan komposisi. Dengan demikian bisa dilihat kemampuan seseorang untuk ditempatkan dijabatan tertentu.

"Semua itu ada bobotnya, yang kemudian dijumlahkan untuk melihat hasilnya. Jadi nanti ketahuan dia cocok ditempatkan di mana," ujarnya.

Menurut Made, dengan adanya kebijakan ini memang menimbulkan gejolak di kalangan pejabat. Namun kebijakan ini juga menjadi peluang bagi PNS yang memiliki kompetensi naik jabatan dengan cepat.

"Bagi mereka yang berada di zona nyaman memang merasa terganggu. Tapi bagi yang menunggu (naik pangkat) jadi surprise," kata Made.

Kendati demikian, dirinya percaya dengan adanya kebijakan ini tidak akan menurunkan kinerja pejabat yang ada saat ini. Mereka justru berlomba-lomba untuk meningkatkan kinerjanya agar mendapat penilaian yang baik.

"Kita ini sekarang merubah dari yang tadinya sistem tertutup jadi karir terbuka. Era baru dalam tranparansi di mana yang dulu tidak lazim menjadi lazim," tegasnya.

Meski ada perbuhan sistem, namun diakui Made tetap sesuai dengan aturan. Sehingga pejabat tidak akan lompat jabatan terlalu jauh. Kenaikan disesuaikan dengan pangkat dan golongan.

 

"Berubah boleh tapi kita tidak liar. Kalau liar susah mengendalikan. Ini tetap testruktur diatur oleh PP (peraturan pemerintah). Misalnya seseorang mau jadi kepala bidang harus golongan IVa atau IVb. Karena seorang pemimpin pangkatnya harus lebih tinggi dari yang dipimpin," tandas Made.

 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye4955 personNurito
  2. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2990 personAnita Karyati
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1791 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1779 personDessy Suciati
  5. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1743 personNurito